Pisang, Makanan Energi Sejuta Manfaat

May 5, 2008 – 1:28 pm

Pernah membayangkan bagaimana rasanya menjadi William bersaudara, pemegang gelar juara berbagai pertandingan tenis putri dunia? Selain skill yang mumpuni, tentunya stamina tubuh yang prima adalah kunci utama bagi mereka untuk tetap unggul di lapangan. Bayangkan! Terkadang Williams bersaudara harus bertanding selama lebih dari 6 jam untuk memenangkan pertandingan!

Jika anda cermat memperhatikan, asupan gizi yang menjadi favorit kebanyakan atlet tenis dunia adalah pisang! Ya, pisang menjadi penyelamat bagi mereka. Pisang mempu dengan mudah diserap tubuh dan mengembalikan energi puncak mereka. Secara umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori, protein 1,2 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 25,8 miligram (mg), serat 0,7 gram, kalsium 8 mg, fosfor 28 mg, besi 0,5 mg, vitamin A 44 RE, Vitamin B 0,08 mg, Vitamin C 3 mg dan air 72 gram.

Kandungan buah pisang sangat banyak, terdiri dari mineral, vitamin, karbohidrat, serat, protein, lemak, dan lain-lain, sehingga apabila orang hanya mengonsumsi buah pisang saja, sudah tercukupi secara minimal gizinya. Klik Here To Read More . . .


Remaja Tak Bahagia Beresiko Depresi

April 29, 2008 – 2:04 pm

Perasaan tidak bahagia bisa menyebabkan depresi bagi seseorang. Kenali gejala sejak dini untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Gejalan depresi bisa menjadi masalah bagi remaja. Hasil survey membuktikan lebih dari seperempat remaja berusia 14-16 tahun mengaku depresi. Psikiater anak menyarankan jika anak-anak mengalami perasaan sedih, sebaiknya para orang tua segara mengatasi masalah tersebut.

Kendati demikian, spesialis kesehatan mental dewasa menyatakan, anak-anak yang mengalami perasaan sedih meski tidak teratur Kemungkinan tidak akan depresi. Namun, Para Psikater mengingatkan agar tidak mengabaikan kesehatan mental anak-anak.

Kepala Masyarakat Eksekutif Bob Reitemeire menyatakan, gejala gangguan mental pada anak sering diabaikan. “Mulai saat ini, sebaiknya mendeteksi dini kesehatan mental anak-anak,” ujarnya. Saat ini kesehatan mental anak tidak menjadi fokus perhatian orang tua.

Pada 2007, berdasarkan catatan UNICEF yang membandingkan antara anak-anak di Inggris dengan dengan Eropa, meski Inggris merupakan negara berkembangan, anak-anak di sana mempunyai pendidikan yang rendah serta tidak bahagia dan sehat.

Secara keseluruhan, sebanyak 27% menjawab setujuh dengan pertanyaan “Saya sering mengalami depresi”, berasarkan survey News-round, beberapa anak merasakan depresi tekanan dari sekolah,teman sekolah selain itu, harapan keluarga yang terlalu tinggi juga menjadi faktor penyebab depresi lainnya. Sementara itu, tujuh dari sepuluh anak-anak tampak bagus dan menjalani diet secara teratur.

Karena itu, orang tua harus membesarkan hati anak-anak agar meraka mau berbicara tentang perasaannya. Dukungan dari orangtua sangat penting. Kendati demikian, sekolah juga memegang perana penting karena kini tersedian layanan mengatasi gangguan tersebut. Namun, hal itu masih membutuhkan waktu dan tenaga profesional.


Minuman Bersoda Tak Baik Untuk Tulang

April 29, 2008 – 1:57 pm

Mengkonsumsi minuman bersoda sebanyak dua gelas sehari dapat mengganggu kesehatan tulang karena mengurangi penyerapan kalsium.

Para ahli kesehatan dari Pusat Osteoporosis dari Universitas Connecticut menyimpulkan bahwa mengonsumsikan minuman bersoda satu atau dua gelas berefek negative pada kesehatan tulang. Salah satu penyebab karena munuman bersoda tidak memiliki kadar kalsium dan vitamin D yang cukup.

Selain Itu,Soda dalam minuman dapat mengurangi beberapa zat bermanfaat, seperti susu dan kalsium. Kandungan kefein yang tinggi dalam minuman bersoda pun memperburuk osteoporosis pada tulang.

Sudah banyak bukti jika mengonsumsi minuman bersoda berlebihan bisa melemahkan kekuatan tulang, terutama pada anak-anak. Untuk itu, kita patut mewaspadainya. Sementara itu,penjelasan ketiga lebih fokus pada kandungan yang ada dalam soda yaitu Phosporic acid. Zat itu dapat menyebabkan ketidakseimbangan tubuh membuntuhkan kalsium sehingga menghalangi tubuh mengonsumsi kalsium. Hal itulah yang menyebabkan tulang kekurangan zat kalsium.