Naik Kelas !!! Nilai Bagus ^^

June 28, 2008 – 5:46 am

ass . . .
alhamdulilah gw naik kelas . . .
alhamdulilah lagi temen 1 kelas gw naik semua . . .
amin ya allah . . .
hehehee . . .

mumpung masih liburan mendingan mengerjakan suatu hal yang baru . . .
emmmm….
gw lagi nyoba” pake flash 8 . . .
mu buat game gt . . .
y doakan sajah sukses buatnya ok . . .
was . . .


Aplikasi Diet MP3

June 27, 2008 – 4:06 am

Terdapat beberapa aplikasi software yang dapat digunakan untuk mengecilkan ukuran lagu seperti MP3 Cutter,WaveStudio, dan beberapa software lainnya.

Caranya sangat mudah, yaitu :

Buka lagu yang mau di compress pada salah satu aplikasi. Kemudian pilih File à save as atau pilih output destination Cari pilihan Bit Rate. Pilih jumlah bit rate yang kecil untuk mengkompress file. Pilih save. Besar file lagu juga akan berkurang, rata-rata paling besar sekitar 2 MB
Namun, untuk melakukan kompress file dengan hasil kompress-an yang cukup besar dapat digunakan aplikasi DietMP3. Aplikasi DietMP3 ver 04.03.00 digunakan untuk mengecilkan ukuran lagu, dalam bentuk kbps. Jumlah kbps normal yang dapat dimainkan oleh HP pada umumnya adalah 32 kbps.

Software DietMP3, digunakan khusus untuk mengecilkan ukuran file dengan format *.MP3. Dapat diinstall pada system operasi windows 98/ME/2000/XP.

Cara penggunaan aplikasi DietMP3 adalah sebagai berikut :

1. Copy dan install aplikasi DietMP3 pada komputer.

2. Buka aplikasi DietMP3 yang sudah diinstall pada computer anda, kemudian masukkan file MP3 yang ingin di kecilkan dengan memilih lokasi source file pada list box di sebelah kiri.

3. Untuk memilih lokasi file penyimpanan[destination] untuk file yang sudah dikecilkan, pilih icon output, namun jika letak file destination sama dengan source file, maka tinggal menge-klik dua kali pada file MP3 yang telah muncul di kotak sebelah kanan atas. Lokasi file destination yang telah dipilih akan nampak pada kota sebelah kanan bawah.

4. Untuk memulai peng-kompress-an pilih icon Star Diet.

Kekurangan
Namun, hati-hati kualitas suaranya juga bisa menurun. Bahkan akan menjadi

sangat buruk, sehingga dapat disimpulkan jika tidak begitu perlu sebaiknya tidak baik menggunakan software seperti ini, karena hasil yang akan diperoleh justru akan berbanding terbalik dengan kenyataan yang akan anda dapatkan. Memang secara kenyataan ukuran file yang anda peroleh sangat kecil tapi hasilnya mungkin tidak akan sesuai harapan anda. Apalagi kalau tidak cocok bit-rate sama frekuensinya.

Pada Diet MP3, kita dapat menyetting sesuai keperluan kita, misalnya buat Hape, MP4, dan lain-lain. Kemudian bisa distereo atau mono, atau bisa disetting akan dikompres sampe berapa persen. Menurut pengalaman, kalau memilih file kompresan berkualitas ponsel kualitas mp3 jadi semakin buruk. Dan jika dipakai untuk multitasking seperti sms suaranya agak tersendat, walau kapasitas telah menurun drastis tapi apalah artinya jika semua itu justru mengurangi kenyamanan kita dapat pemakaiannya.
Klik Here To Read More . . .


Potret Kehidupan Anak Jalanan

June 15, 2008 – 9:30 am

Kisah Mereka tak ?Seindah? Kalian

BAGI kita, remaja yang memiliki orang tua berkecukupan, tentu kehidupan ini bias dilalui dengan indah. Apalagi yang bisa mengecap ?nikmatnya? bangku sekolah.
Selain bisa mendapatkan pendidikan sebagai bekal masa depan, kita juga bias merasakan romantika remaja di sekolahan. Kata sebagian orang sih, nantinya kenangan yang paling dikenang adalah masa-masa indah di sekolah.

Namun bagaimana mereka yang tidak bisa mengenyam kehidupan yang menyenangkan seperti remaja lain? Padahal di sekeliling kita begitu banyak remaja yang orang tuanya tak mampu, bahkan tidak punya sama sekali. Seperti Sapri misalnya, seorang anak jalanan yang ditemui di dekat masjid Almarkaz Al Islami, belum lama ini. Yap, kehidupan cowok tangguh berusia 16 tahun ini adalah potret sisi lain kehidupan remaja masa kini yang benar-benar berbeda.

Hari-hari Sapri lebih banyak dihabiskan di jalanan. Tak ada waktu untuk ikut meramaikan kegiatan remaja di anjungan Pantai Losari maupun tempat hiburan lainnya. Apalagi untuk shopping di toko-toko distro dan berburu pakaian model terbaru. Sapri juga tak melanjutkan sekolah sehabis tamat SD. Alasan ekonomi katanya.

Karena itu, Sapri pun terjun ke dunia kerja. Waktunya tersita untuk bekerja dan mengumpulkan rupiah. Tak ada euforia berlebihan dan warna-warni kehidupan remaja masa kini di dirinya. Matanya nanar ketika menceritakan itu. Klik Here To Read More . . .


Pendidikan Dasar Gratis Sudah Saatnya Diberlakukan

May 24, 2008 – 7:16 am

SUDAH lebih dari dua puluh tahun, tepatnya sejak tahun 1984, pemerintah mendengungkan kampanye wajib belajar. Melihat pengalaman negara industri baru (new emerging industrialized countries) di Asia Timur, disadari pembangunan suatu bangsa memerlukan sumber daya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk mendukung pembangunan.

TERLEBIH lagi, pembangunan masyarakat demokratis mensyaratkan manusia Indonesia yang cerdas. Selain itu, era global abad ke-21, yang antara lain ditandai oleh lahirnya knowledge base society atau masyarakat berbasis pengetahuan, menuntut penguasaan terhadap ilmu pengetahuan.

Hanya saja, meskipun sudah jauh-jauh hari mengampanyekan wajib belajar-mulai dari wajib belajar enam tahun hingga sembilan tahun-masih belum jelas apakah Indonesia melaksanakan wajib belajar (compulsory education) atau universal education yang berarti pendidikan dapat dinikmati oleh semua anak di semua tempat. Dua konsep tersebut berbeda dan hal ini jelas tertuang dalam keputusan internasional, yakni Declaration on Education for All di Jomtien, Thailand, tahun 1990, yang menegaskan compulsory education bukan universal education.

Wajib belajar terutama berimplikasi terhadap pembebasan biaya pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab negara. Di berbagai negara yang mewajibkan warganya menempuh pendidikan dasar sembilan tahun, semua rintangan yang menghalangi anak menempuh pendidikan bermutu dihilangkan. Termasuk dalam hal pendanaan pendidikan.

Di China pemerintah menggratiskan pendidikan dasar dan memberikan subsidi bagi siswa yang keluarganya mempunyai masalah ekonomi. Pengalaman negara lain pun hampir serupa. Di India wajib belajar berimplikasi juga pada pembebasan biaya pendidikan dasar. Bahkan, di negara yang baru keluar dari konflik dan kemiskinan masih mencengkeram seperti Kamboja, pendidikan dasar digratiskan dan disertai dengan upaya peningkatan mutu, khususnya dari segi tenaga pendidik.
Klik Here To Read More . . .


“Kompor Air” Hemat Energi

May 22, 2008 – 8:41 am

Dengan kompor ini, pengguna cukup memakai
kombinasi antara satu sendok teh minyak tanah plus satu liter air sebagai bahan
bakar maka kompor tersebut bisa menyala selama satu jam. Nah tentu saja sangat
jauh lebih hemat bila bandingkan dengan performance kompor biasa yang bisa
menghabiskan satu liter minyak tanah untuk waktu yang sama. Hebatnya lagi,
kompor ini memiliki semburan api yang lebih kenceng.

Kompor
air tersebut mampu menyala dengan api yang sangat kuat, tidak menimbulkan asap,
jelaga, bau. dan tingkat suhu yang juga tinggi (warna api agak biru dan bahkan
lebih panas dibanding kompor gas.). Namun sesuai dengan namanya, tentu saja
kelebihan kompor tersebut, terletak pada iritnya bahan bakar yang diperlukan.

Untuk
satu jam kompor menyala, hanya membutuhkan satu sendok teh minyak tanah! Untuk
memasak air menggunakan panci besar hanya membutuhkan 5-10 menit. Untuk masalah
keamanannya, dijamin kompor air juga minim risiko meledak.
Klik Here To Read More . . .


MUDA ERA HIP-HOP Free Style, Atraktif dan Dinamis

May 22, 2008 – 8:17 am

DULU sekali, anak muda Indonesia ikut keranjingan breakdance ketika tarian jalanan itu mewabah di Amrik. Sekarang, katanya sih ‘era hip-hop, yang dinamis dan serba longgar. Salah satunya yang kini sedang ngetren adalah free style. Nggak tahu kenapa disebut ‘gaya bebas’. Mungkin mengacu pada gaya tampilan yang seolah-olah antikemapanan, meski sebenarnya masih jauh lebih santun ketimbang gaya ‘hippies’ yang pernah mencuat di akhir 70-an. Free style lebih diaktualisasikan dalam aneka atraksi yang sarat tantangan.Berbeda dengan breakdance yang lebih mengandalkan kekuatan leher, tarian yang banyak diterapkan para styler lebih mengandalkan permainan tangan dan kaki. Mengadopsi seni beladiri ala Brasil, capoeira, atau percepatan ala wushu Cina. Sedang permainan skateboard dan sepeda ontel, sebenarnya lebih meniru gaya pesta bebas para remaja Amrik. Salahsatu ajang yang turut mempopulerkan free style ini adalah festival musik Woodstock yang melegenda itu. Sedikitnya saya sudah merakit lima sepeda buat teman-teman” ujar Issac Rizal, yang barusan tamat SMU Muhi Klaten. Sambil menunggu hari kuliah mulai, ia dan teman-teman setiap sore menggelar arena gaya bebas dengan wahana sepeda dan papan luncur. Untuk melengkapi aksinya, mereka menyiapkan kostum ala army look dan musik pendukung yang kebanyakan berirama hip-hop. “Kalau sudah kumpul begini seru banget. Apalagi banyak cewek yang nonton, semangat banget jadinya” kata dia. Lain lagi yang bisa dilihat di Boulevard UGM dan Graha Sabha Pramana, pasti akan bertemu anak-anak muda yang sedang latihan beladiri ini: Capoeira. Beladiri asal Brasil yang kini sedang tren di kalangan anak muda. Jurus-jurusnya yang dimanis bak orang menari, menjadikan Capoiera semakin digemari.Untuk menghindari hukuman dari para juragan bila ketahuan sedang mempelajari ilmu beladiri, para budak menyamarkan gerakan-gerakan inti ke dalam sebuah tarian. Untuk mempertegas bahwa itu sebuah tarian, mereka melengkapinya dengan iringan musik alami dengan perangkat seadanya. Klik Here To Read More . . .